1.
Tanda Kurung Siku ([ ])
Tanda kurung
siku berfungsi untuk :
Ø Mengapit huruf,
kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian
kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau
kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
ð Contoh :
*Sebelum
direvisi : Ia memberikan uang anaknya
*Setelah
direvisi : Ia memberikan uang [kepada] anaknya
Ø Mengapit
keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
ð Contoh :
pembahsan materi ini merupakan kelanjutan dari materi bioteknologi (baca
didalam BAB II [hal 40-50]) ang akan dibahas lebih mendalam
2.
Tanda Petik (“ “)
Tanda petik berfungsi untuk
Ø Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan
tertulis lain.
ð Contoh : Ibu berkata, “Paman akan tiba esok pagi”.
Ø Mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat
ð Contoh : bacalah “Penggunaan Tanda Baca” dalam buku Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
Ø Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
ð Contoh : revolisi hijau yang terjadi di Indonesia sebenarnya telah ada
sejak zaman penjajahan Belanda yang dikenal “cultur stelsel”.
3.
Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)
Tanda petik tunggal berfungsi untuk :
Ø Mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain.
ð Contoh : ibu bertanya, “dengarkah kau bunyi ‘kring-kring’ tadi?”.
Ø Mengapit makna kata atau ungkapan.
ð Contoh : terpandai berarti yang ‘paling’ pandai.
Ø Mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing.
ð Contoh :
|
feed-back
|
'balikan'
|
|
dress
rehearsal
|
'geladi
bersih'
|
4.
Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring berfungsi untuk :
Ø Dipakai di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu
tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.
ð Contoh : tahun ajaran 2012/2013
Ø Pengganti kata atau, tiap, dan ataupun.
ð Contoh :
|
dikirimkan
lewat darat/laut
|
'dikirimkan
lewat darat atau lewat laut'
|
|
harganya
Rp1.500,00/lembar
|
'harganya
Rp1.500,00 tiap lembar'
|
* Catatan : tanda garis
miring ganda (//) digunakan untuk membatasi penggalan-penggalan dalam kalimat
untuk memudahkan pembacaan naskah.
5.
Tanda Penyingkat ( ‘ )
Tanda penyingkat atau disebut juga dengan apostrof biasanya
digunakan untuk menunjukkan bagian penghilangan kata atau tahun.
ð Contoh :
|
Malam 'lah tiba.
|
('lah = telah)
|
|
1 Januari '08
|
('08 = 1988)
|
Sumber Referensi
kalo untuk tanda kurung kebalik gmna...???? sama contohnya apa..????
BalasHapus