Senin, 22 April 2013

Ejaan yang Disempurnakan (Tanda Kurung Siku, Tanda Petik, Tanda Petik Tunggal, Tanda Garis Miring, Tanda Penyingkat)


1.         Tanda Kurung Siku ([ ])
Tanda kurung siku berfungsi untuk :
Ø  Mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
ð  Contoh :
*Sebelum direvisi : Ia memberikan uang anaknya
*Setelah direvisi : Ia memberikan uang [kepada] anaknya
Ø  Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
ð  Contoh : pembahsan materi ini merupakan kelanjutan dari materi bioteknologi (baca didalam BAB II [hal 40-50]) ang akan dibahas lebih mendalam

2.         Tanda Petik (“ “)
            Tanda petik berfungsi untuk 
Ø  Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
ð  Contoh : Ibu berkata, “Paman akan tiba esok pagi”.
Ø  Mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat
ð  Contoh : bacalah “Penggunaan Tanda Baca” dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
Ø  Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
ð  Contoh : revolisi hijau yang terjadi di Indonesia sebenarnya telah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang dikenal “cultur stelsel”.

3.         Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)
Tanda petik tunggal berfungsi untuk :
Ø  Mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain.
ð  Contoh : ibu bertanya, “dengarkah kau bunyi ‘kring-kring’ tadi?”.
Ø  Mengapit makna kata atau ungkapan.
ð  Contoh : terpandai berarti yang ‘paling’ pandai.
Ø  Mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing.
ð  Contoh :
feed-back
'balikan'
dress rehearsal
'geladi bersih'

4.         Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring berfungsi untuk :
Ø  Dipakai di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.
ð  Contoh : tahun ajaran 2012/2013
Ø  Pengganti kata atautiap, dan ataupun.
ð  Contoh :
dikirimkan lewat darat/laut
'dikirimkan lewat darat atau lewat laut'
harganya Rp1.500,00/lembar
'harganya Rp1.500,00 tiap lembar'

*  Catatan : tanda garis miring ganda (//) digunakan untuk membatasi penggalan-penggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah.

5.         Tanda Penyingkat ( ‘ )
Tanda penyingkat atau disebut juga dengan apostrof biasanya digunakan untuk menunjukkan bagian penghilangan kata atau tahun.
ð  Contoh :
Malam 'lah tiba.
('lah = telah)
1 Januari '08
('08 = 1988)


 Sumber Referensi

1 komentar:

  1. kalo untuk tanda kurung kebalik gmna...???? sama contohnya apa..????

    BalasHapus